PENENTUAN UPAH DI PASAR TENAGA KERJA
PENENTUAN UPAH DI PASAR TENAGA KERJA
NAMA : ALIVIA IRZA FADILLA
NIM : 222010200197
KELAS : 3/A4
DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E.,M.M.
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
1. UPAH UANG DAN UPAH RIIL
PENGERTIAN UPAH
Pengertian upah dalam kamus bahasa Indonesia adalah uang dan sebagainya yang dibayarkan sebagai pembalasan jasa atau sebagai pembayaran tenaga mengerjakan sesuatu. Upah dalam teori ekonomi adalah pembayaran yang diperoleh dari jasa- jasa fisik maupun mental yang disediakan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha.
PERBEDAAN DI ANTARA UPAH UANG DAN UPAH RIIL
Dibawah ini adalah perbedaan antara upah uang dan upah riil :
Upah uang atau upah nominal adalah jumlah uang yang diterima pekerja dari pengusaha sebagai pembayaran atas tenaga dan mental para pekerja dalam proses produksi. Banyak perusahaan menggunakan metode ini untuk membayar karyawan mereka. Upah uang termasuk seluruh paket gaji karyawan seperti gaji pokok ditambah tunjangan tambahan yang diberikan oleh perusahaan atau lembaga.
Upah riil adalah tingkat upah pekerja yang diukur dari sudut kemampuan upah tersebut dalam membeli barang dan jasa yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan para pekerja. Upah riil secara tidak langsung mempengaruhi upah uang, karena ketika upah riil naik, mereka dapat memaksa karyawan untuk menuntut upah uang yang lebih tinggi.
RUMUS MENGHITUNG UPAH RIIL
Perbedaan keinginan pekerja menyebabkan efek berbeda kepada tingkat kesejahteraan antara para pekerja, sehingga hal tersebut dapat menimbulkan kesulitan dalam usaha untuk menunjukkan harga yang berlaku dalam suatu perekonomian dari tahun ketahun. Untuk mengatasi hal tersebut biasanya setiap negara membuat indeks harga, yaitu suatu indeks atau ukuran yang memberikan gambaran tentang rata-rata dari perubahan harga dari waktu kewaktu. Fungsi indeks harga adalah untuk menaksir upah riil pekerja dari tahun ketahun. Dibawah ini adalah rumus menghitung upah riil :
2. TINGKAT PRODUKTIVITAS DAN UPAH RIIL
PERANAN PRODUKTIVITAS DALAM MENENTUKAN UPAH
Rumus yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antara upah riil dan produktivitas pekerja ditujukkan oleh teori permintaan ke atas faktor produksi.
Dimisalkan harga barang pada hasil penjualan marginal dan tingkat tenaga kerjanya sama, maka mencerminkan perbedaan dalam produktivitas, yang akan mencerminkan hasil penjualan yang lebih tinggi, sehingga menyebabkan penawaran tenaga kerja di pasar lebih tinggi yang berakibat meningkatkan permintaan tenaga kerja. Sehingga hal tersebut akan menyebabkan keadaan di mana jika produktivitas tinggi, upah riil tenaga kerja akan semakin tinggi.
SUMBER-SUMBER KENAIKAN PRODUKTIVITAS
Kenaikkan produktivitas berarti pekerja tersebut menghasilkan barang dengan jumlah lebih banyak dalam waktu yang singkat. Kemajuan produktivitas pekerja disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Kemajuan Teknologi Produksi
Kemajuan teknologi memungkinkan penggantian kegiatan ekonomi dari menggunakan binatang dan manusia kepada mesin. Pengembangan ini menyebabkan kemajuan produktivitas. Misalnya sebelum terjadinya kemajuan teknologi yang mengerjakan pembajakan tanah adalah manusia dan hewan, namun setelah adanya kemajuan teknologi maka yang menerjakan pembajakan tersebut adalah mesin yang berakibat meningkatkan produktivitas pembajakan tanah tersebut.
2. Pertambahan Kepandaian dan Ketrampilan Tenaga Kerja
Kemajuan ekonomi dapat menimbulkan beberapa akibat yang akhirnya akan meninggikan kepandaian dan ketrampilan tenaga kerja, diantaranya adalah semakin tingginya taraf kesehatan masyarakat, taraf latihan dan pendidikan teknik, dan menambah pengalaman dalam pekerjaan.
3. Perbaikan dalam Organisasi dan Masyarakat
Hal ini dapat menyebabkan kemajuan produktivitas, misalnya dengan adanya perbaikan infrastruktur, seperti jaringan jalan raya, telekomunikasi, maka distribusi ke daerah - daerah yang sebelumnya tidak dapat dijangkau perusahaan menjadi dengan mudah dijangkau, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pekerja dalam suatu perusahaan.
3. PENENTUAN UPAH DI PASAR PERSAINGAN SEMPURNA DAN MONOPSONI
PERSAINGAN SEMPURNA DALAM PASAR TENAGA KERJA
Dalam pasar ini sifat-sifat permintaan dan penawaran tenaga kerja tidak berbeda dengan sifat-sifat permintaan dan penawaran di pasar barang.Kurva permintaan ke atas tenaga kerja, seperti juga kurva permintaan ke atas sesuatu barang, bersifat menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Berarti permintaan ke atas tenaga kerja bersifat: semakin tinggi / rendah upah tenaga kerja, semakin sedikit / banyak permintaan ke atas tenaga kerja. Artinya, semakin tinggi/rendah upah tenaga kerja, semakin sedikit/banyak permintaan ke atas tenaga kerja.
Gambar diatas menunjukkan penentuan tingkat upah di pasar tenaga kerja dan di dalam sesuatu perusahaan. Dalam gambar, kurva MRP = D adalah kurva permintaan tenaga kerja dan kurva SS adalah penawaran tenaga kerja. Dengan demikian keseimbangan dicapai pada titik E, yang berarti jumlah tenaga kerja yang digunakan adalah L dan tingkat upah adalah W. Di gambar ini ditunjukkan permintaan dan penawaran di suatu perusahaan. Oleh karena sifat pasar adalah persaingan sempurna, maka tidak dapat mempengaruhi tingkat upah.
PASAR TENAGA KERJA MONOPSONI
Monopsoni berarti hanya terdapat satu pembeli di pasar sedangkan penjual jumlahnya banyak. Berarti pasar tenaga kerja seperti ini bersifat monopoli di pihak perusahaan. Untuk menerangkan penentuan upah di pasar monopsoni digunakan dua pendekatan yaitu:
Penentuan Upah : Contoh Angka
Upah dan Penggunaan Tenaga Kerja dalam Pasar Tenaga Kerja Monopsoni
Kolom (1) dan (2) berturut-turut menunjukkan jumlah tenaga kerja dan tingkat upah.Dapat dilihat bahwa makin besar jumlah tenaga kerja pekerja makin tinggi tingkat upahyang dibayar kepada setiap pekerja. Sebagi contoh apabila 2 tenaga kerja digunakan,upah setiap pekerja adalah Rp 4000,00 dan apabila 3 tenaga kerja digunakan upahsetiap pekerja adalah Rp 5000,00. Kolom (3) menunjukkan biaya total tenaga kerja.Angka dalam kolom tersebut diperoleh dari mengalikan jumlah tenaga kerja dan tingkatupah. Kolom (4) biaya marjinal tenaga kerja atau tambahan biaya tenaga kerja apabilasatu unit tenaga kerja baru digunakan adalah Rp 7000,00. Untuk memudahakan analisisdimisalakan MRP untuk berbagai penggunaan tenaga kerja pada kolom (5).
Penentuan Upah : Analisis Secara Grafik
Upah dan Tenaga Kerja dalam Pasar Monopsoni
Kurva SS=W adalah kurva penawaran tenaga kerja dan tingkat upah, yaitu
Di satu pihak ia menggambarkan besarnya upah pada berbagai tingkat penggunaan tenaga kerja, dan lain pihak ia menggambarkan jumlah penawaran tenaga kerja pada berbagai tingkat upah. Kurva MCL adalah
Kurva biaya marjinal tenaga kerja. Ia akan selalu terletak diatas SS=W dan semakin lama semakin menjauhi kurva tersebut. Sifat kurva MCL yang seperti itu berarti biaya marjinal tenaga kerja selalu lebih besar dari tingkat upah, dan perbedaan di antara upah dengan biaya marjinal tenaga kerja semakin lama semakin besar. Kurva DD=MRP yang merupakan kurva permintaan tenaga kerja dan hasil penjualan produksi marjinal
4. PENENTUAN UPAH DI PASAR MONOPOLI DAN MONOPOLI BILATERAL
MONOPOLI DALAM PASAR TENAGA KERJA
Penentuan upah dalam pasar tenaga kerja yang bersifat monopoli, pihak pekerja dibedakan kepada tiga (3) keadaan yaitu:
• Menuntut upah yang lebih tinggi dari yang dicapai
Pada keseimbangan permintaan dan penawaran. Apabila tuntutan serikat buruh tidak dapat dipenuhi para pengusaha, serikat buruh tersebut dapat membuat ancaman ( misalnya mogok kerja) yang akan menimbulkan implikasi yang sangat buruk kepada perusahaan – perusahaan.
• Membatasi penawaran tenaga kerja
Terdapat organisasi serikat buruh / persatuan pekerja yang bersifat sangat khusus misalnya persatuan sekretaris, persatuan ahli teknik, persatuan dokter, dan sebagainya. Persatuan-persatuan seperti ini dapat mempengaruhi upah yang mereka terima dengan cara membatasi penawaran mereka. Salah satu caranya adalah dengan membatasi keanggotaan mereka, dan melarang bukan anggota untuk menjalankan kegiatan didaerah yang diliputi oleh persatuan tersebut.
• Menjalankan usaha-usaha yang bertujuan menaikkan permintaan tenaga kerja
Kekuasaan monopoli yang dimiliki pekerja menyebabkan setiap pekerja memperoleh upah yang lebih tinggi dari upah yang didalam pasar persaingan sempurna, akan tetapi tenaga kerja yang digunakan perusahaan-perusahaan adalah lebih sedikit dari pada apabila pasar tenaga kerja berbentuk pasar persaingan sempurna. Kelemahan diatas dapat dihindari apabila penekanan dari usaha serikat buruh dalam memperbaiki nasib anggota-anggotanya ialah dengan berusaha menambah permintaan keatas tenaga kerja. Apabila usaha itu berhasil, bukan saja upah akan menjadi bertambah tinggi tetapi jumlah tenaga kerja yang akan digunakan akan bertambah banyak pula.
PASAR TENAGA KERJA MONOPOLI BILATERAL
Dalam pasar monopoli bilateral, yaitu di dalam pasar tenaga kerja di mana tenaga kerja bersatu dalam satu serikat buruh, dan di dalam pasar tenaga kerja dimana hanya terdapat satu perusahaan saja yang menggunakan tenaga kerja, penentuan upahnya adalah berdasarkan perundingan dari kedua belah pihak. Pihak yang lebih kuat akan menentukan tingkat upah yang berlaku.
5. FACTOR-FAKTOR MENIMBULKAN PERBEDAAN UPAH
PERMINTAAN DAN PENAWARAN TENAGA KERJA
Jumlah upah dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran tenaga kerja di pasar. Jika permintaan tenaga kerja lebih tinggi dari penawaran, maka upah akan cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran tenaga kerja lebih tinggi dari permintaan, maka upah akan cenderung turun PERBEDAAN JENIS PEKERJAAN
Jenis pekerjaan yang berbeda memiliki tingkat kesulitan, risiko, dan keterampilan yang berbeda pula. Biasanya, pekerjaan yang lebih sulit, berisiko, dan membutuhkan keterampilan tinggi akan mendapatkan upah yang lebih tinggi daripada pekerjaan yang lebih mudah, aman, dan membutuhkan keterampilan rendah.
TINGKAT KEMAMPUAN DAN PENDIDIKAN YANG DIMILIKI
Pekerja yang memiliki kemampuan dan pendidikan yang lebih tinggi akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya dan mendapatkan upah yang lebih tinggi. Sebaliknya, pekerja yang memiliki kemampuan dan pendidikan yang lebih rendah akan lebih sulit mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya dan mendapatkan upah yang lebih rendah
PERTIMBANGAN BUKAN UANG DALAM MEMILIH PEKERJAAN
Faktor-faktor bukan keuangan (kepuasan kerja, lingkungan kerja,dsb. )mempunyai peranan yang cukup penting pada waktu seseorang memilih pekerjaan. Seseorang sering sekali bersedia menerima upah yang lebih rendah apabila beberapa pertimbangan bukan keuangan sesuai dengan keinginannya.Sebaliknya pula, apabila faktor-faktor bukan keuangan banyak yang tidak sesuai dengan keinginan seorang pekerja, ia akan menuntut upah yang lebih tinggi sebelum ia bersedia menerima pekerjaan yang ditawarkan.
KETIDAKSEMPURNAAN DALAM MOBILITAS TENAGA KERJA
• HAMBATAN GEOGRAFIS , Pekerja yang tinggal jauh dari tempat kerja akan menghadapi biaya transportasi, waktu, dan akomodasi yang tinggi untuk bekerja di tempat yang berbeda.
• HAMBATAN SOSIAL, Pekerja yang memiliki ikatan keluarga, teman, atau komunitas yang kuat akan sulit untuk pindah ke tempat yang berbeda untuk bekerja.
• HAMBATAN KETERAMPILAN, Pekerja yang memiliki keterampilan yang spesifik dan tidak sesuai dengan permintaan pasar akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilannya




Komentar
Posting Komentar