PENGANTAR EKONOMI MAKRO
PENGANTAR EKONOMI MAKRO
NAMA : ALIVIA IRZA FADILLA
NIM : 222010200197
KELAS : 3/A4
DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E.,M.M.
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
1. DEFINISI ILMU EKONOMI MAKRO
Ilmu Ekonomi Makro adalah merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari masalah ekonomi secara keseluruhan/totalitas (agregate). Maksud dari “keseluruhan (agregate)” yaitu yang untuk menonjolkan bahwa yang menjadi pusat perhatian dari ekonomi makro adalah variabel-variabel ekonomi secara totalitas yaitu pendapatan nasional, produksi nasional, tabungan investasi, pengangguran, inflasi, dsb.
2. HUBUNGAN ANTARA VARIABEL EKONOMI MAKRO
Variabel ekonomi makro adalah ukuran ukuran yang menggambarkan kondisi perekonomian secara keseluruhan, seperti pendapatan nasional, inflasi, pengangguran, pertumbuhan ekonomi neraca pembayaran dll.
Secara umum hubungan antara variabel dalam ekonomi ada 4 tipe yaitu :
a. Hubungan perilaku merupakan gambaran hubungan satu variabel atau beberapa variabel. Contoh: Bentuk formal hubungan antar jumlah konsumsi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah pendapatan (Y) maka dapat ditulis:
C = a + cY
Dimana C: jumlah konsumsi, a :intercept (jumlah konsumsi pada pendapatan 0), c: koefisien Y, dan Y: pendapatan.
b. Hubungan identitas, yang merupakan hubungan definisional yang tepat sama antara satu variabel dengan satu atau beberapa variabel lain. Contoh :Gross Domestic Product (GDP) dapat ditulis:
GDP = C + I + G + (X-M)
Dimana C:jumlah konsumsi, I: investasi, G: konsumsi pemerintah, X: ekspor, dan M: impor.
Persamaan ini merupakan sebuah identitas karena meskipun urutannya dibolak-balik sedemikian rupa, akan tetap terbukti benar.
c. Hubungan teknologi, menggambarkan hubungan antara variabel yang disebabkan oleh sifat fisik dari variabel tersebut. Contoh: reaksi Biaya total karena merupakan jumlah out put yang diproduksi.
d. Hubungan kelembagaan, yaitu hubungan yang terjadi karena pengaruh tindakan suatu lembaga.
Contoh: hubungan antara kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral dan tingkat suku bunga.
3. MASALAH DAN TUJUAN KEBIJAKAN MAKRO
A. MASALAH-MASALAH DALAM MAKROEKONOMI
Secara garis besar permasalahan ekonomi makro mencakup 2 permasalahan pokok yaitu:
a. Masalah jangka pendek (stabilisasi). Berkaitan dengan bagaimana mengendalikan perekonomian nasional dari bulan ke bulan agar terhindar dari “tiga penyakit ekonomi” yaitu inflasi pengangguran dan ketimpangan neraca pembayaran.
b. Masalah jangka panjang (pertumbuhan). Masalah ini berhubungan dengan bagaimana mengendalikan perekonomian agar terjadi keserasian antara pertumbuhan penduduk pertambahan kapasitas produksi dan tersedianya dana untuk investasi.
B. INFLASI
Inflasi adalah naiknya harga barang secara umum yang disebabkan oleh ketidaksinkronan antara penawaran dan permintaan barang dan jasa, atau antara jumlah uang beredar dan nilai barang dan jasa. Inflasi disebabkan oleh factor penawaran dan permintaan, factor permintaan yaitu ketika jumlah uang yang beredar melebihi jumlah barang dan jasa yang tersedia,sehingga menimbulkan tekanan harga. Faktor penawaran yaitu ketika produksi barang & jasa meningkat, sehingga produsen menaikkan harga untuk menutupi biaya tersebut.Inflasi dapat menurunkan daya beli masyarakat, mengganggu alokasi sumber daya, dan merusak kepercayaan investor.
C. PENGANGGURAN
Pengangguran adalah keadaan di mana seseorang yang mampu dan mau bekerja tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan keinginannya. Pengangguran dapat menyebabkan berkurangnya produktivitas dan pendapatan masyarakat, menyebabkan kemiskinan & masalah sosial lainnya, serta menimbulkan efek psikologis yang buruk bagi penganggur dan keluarganya.
D. NERACA PEMBAYARAN YANG TIMPANG
Neraca Pembayaran atau Balance of Payment (BOP) adalah catatan tentang transaksi ekonomi internasional suatu negara terhadap negara lainnya dalam kurun waktu tertentu.Neraca pembanyaran dikatakan timpang adalah adanya kesenjangan antara jumlah perolehan dari ekspor bila dibandingkan dengan pembayaran untuk impor. Neraca pembayaran yang timpang dapat menyebabkan perubahan nilai tukar mata uang, defisit anggaran, dan ketergantungan terhadap utang luar negeri .
E. PERTUMBUHAN PENDUDUK YANG TINGGI
Pertumbuhan penduduk yang besar bila diikuti oleh tingkat produktivitas yang tinggi akan menyebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Pertumbuhan penduduk yang besar jika tidak diimbangi dengan pengelolaan sda yang baik, pengendalian inflasi dan penciptaan lapangan kerja yang memadai akan menjadi beban perekonomian. Maka pemerintah perlu menjalankan program kependudukan untuk mengatur jumlah kelahiran agar sesuai dengan daya dukung ekonomi.
F. PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI
Peningkatan kapasitas produksi artinya suatu negara mampu menghasilkan barang atau jasa dengan sumber daya yang tersedia.peningkatan kapasitas produksi dapat meningkatkan pendapatan nasional, lapangan pekerjaan, & kesejahteraan masyarakat. Namun juga menimbulkan tantangan yaitu bagaimana menyerap kelebihan produksi yang tidak terpakai oleh konsumen dalam negeri. Jika kelebihan produksi tidak terserap maka akan menyebabkan penumpukkan persediaan, penurunan harga dan penurunan laba. Cara untuk menyerap kelebihan produksi adalah dengan meningkatkan ekspor ke negara lain dan meningkatkan investasi dalam negeri.
4.TUJUAN PEMBANGUNAN EKONOMI MAKRO
Dibawah ini adalah tujuan pembangunan ekonomi makro:
1. Mencapai tingkat kesempatan kerja yang tinggi.
2. Mencapai kapasitas produksi nasional yang tinggi.
3. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan produksi nasional.
4. Mewujudkan stabilitas perekonomian.
5. Membuat neraca pembayaran luar negeri seimbang.
6. Mencapai distribusi pendapatan yang merata.

Komentar
Posting Komentar