PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI

PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI

NAMA                           : ALIVIA IRZA FADILLA

NIM                               : 222010200197
KELAS                          :  3/A4
DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E.,M.M.
PROGRAM STUDI     : MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 


1.      ORGANISASI PERUSAHAAN

Perusahaan adalah institusi atau lembaga yang menggunakan atau memanfaatkan dan Mengorganisasikan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan suatu barang-barang dan jasa-Jasa. Pada kenyataannya, organisasi atau lembaga yang digolongkan sebagai perusahaan dalam Banyak literatur hanya terdiri atas tiga macam, yaitu:

Perusahaan Perorangan (Proprietorship), yaitu perusahaan yang dimiliki secara Perseorangan (single owner – a proprietor, tidak dikerjakan seorang) yang memiliki Tanggung jawab yang tidak terbatas (unlimited liability).

Perusahaan perseorangan dibagi menjadi 2, yaitu

a)      Usaha Perseorangan Berizin

Memiliki izin operasional dari departemen teknis. Misalnya bila perusahaan Perseorangan bergerak dalam bidang perdagangan, maka dapat memiliki izin seperti Tanda Daftar Usaha Perdagangan (TDUP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

b)     Usaha Perseorangan Yang Tidak Memiliki Izin.

Misalnya usaha perseorangan yang dilakukan para pedagang kaki lima, toko barang Kelontong, dsb.

Perusahaan Perkongsian atau Firma, adalah bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama. Dalam firma semua anggota bertanggung Jawab sepenuhnya baik sendirisendiri maupun bersama terhadap utang-utang perusahaan kepada pihak lain. Contohnya: nike, Diadora, cross, Dll.

Perseroan terbatas (PT) Adalah suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak serta kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri maupun pemilik. Akta pendirian perusahaan harus mendapatkan pengesahan dari Departemen Kehakiman. Contohnya : PT. Pertamina, PT. PLN, PT. Garuda Indonesia.

2.      FUNGSI PRODUKSI DENGAN SATU INPUT VARIABLE

HUKUM HASIL LEBIH YANG SEMAKIN BERKURANG

Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (TK) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi setelah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif. Dengan demikian, hukum ini dapat dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu tahap pertama, produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat,Tahap kedua, produksi total pertambahannya semakin lambat, Tahap ketiga, produksi total semakin lama semakin berkurang.

Dalam hal ini hukum lebih yang semakin berkurang dimaksudkan apabila faktor produksi yang sebelumnya bisa dirubah jumlahnya secara terus-menerus ditambah sebanyak satu unit, maka pada awalnya produksi total akan semakin banyak pertambahannya. Akan tetapi sesudah mencapai pada suatu tingkat tertentu, maka tambahan produksi tambahan akan semakin berkurang dan pada akhirnya akan mencapai nilai negatif. Sifat dari pertambahan produksi inilah yang menyebabkan bagaimana perusahaan akan mempertimbangkan untuk meminimumkan biaya dalam kegiatannya dalam rangka mencapai tingkat produksi tertentu yang nantinya bisa ditunjukan.

KURVA PRODUKSI TOTAL, PRODUKSI RATA-RATA DAN PRODUKSI MARJINAL

Produk Marjinal adalah perubahan dalam bentuk total atau tambahan output akibat perubahan per unit tenaga kerjayang digunakan. Dalam menghitung produksi marginal, atau dikatakan sebagai tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan. Apabila ΔL adalah pertambahan tenaga kerja, ΔTP adalah pertambahan produksi total, maka produksi marginal (MP) dapat dihitung dengan persamaan berikut:

Produk Rata-Rata sama dengan produksi produksi total dibagi dengan kuantitas tenaga kerja yang digunakan. Besarnya produksi rata-rata, yaitu produksi yang secara rata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja dihitung dengan persamaan berikut. Apabila produksi total (TP), jumlah tenaga kerja adalah L, maka produksi rata-rata atau average product (AP) dijelaskan sebagai berikut:


Contoh perhitungannya dapat dijelaskan pada saat tenaga kerja 1 menjadi 2 orang total produksi dari 150 menjadi 400 maka marginal produknya dihitung sebagai berikut:

3.      FUNGSI PRODUKSI DENGAN DUA INPUT VARIABEL

Fungsi produksi dengan dua input variabel, yaitu fungsi produksi yang mempertimbangkan dua faktor produksi yang bisa diubah jumlahnya, misalnya modal dan tenaga kerja. Faktor produksi lainnya, seperti bahan baku atau teknologi, dianggap tetap atau konstan.

KURVA PRODUKSI SAMA (ISOQUANT)

Kurva produksi sama (isoquant curve), yaitu kurva yang menggambarkan kombinasi dua input variabel yang menghasilkan output yang sama. Kurva ini menunjukkan bahwa ada banyak cara untuk menghasilkan output yang sama dengan menggunakan input yang berbeda-beda. Kurva ini berbentuk cekung ke asal. Ciri-ciri Kurva Produksi Sama yaitu, mempunyai kemiringan negatif, semakin ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output ,isoquant tidak pernah berpotongan dengan isoquant yang lainnya, isoquant cembung ke titik asal (nol).

GARIS ONGKOS SAMA (ISOCOST)

Garis ini menggambarkan gabungan faktor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya tertentu. untuk dapat membuat garis biaya sama diperlukan data berikut: 1. Harga faktor-faktor produksi yang digunakan, dan Jumlah uang yang tersedia untuk membeli faktor-faktor produksi.



MEMINIMUMKAN ONGKOS ATAU MEMAKSIMUMKAN PRODUKSI

Meminimumkan ongkos atau memaksimumkan produksi, yaitu tujuan utama dari perusahaan dalam membuat keputusan produksi. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mencari titik optimal, yaitu titik di mana kurva produksi sama menyentuh garis ongkos sama dengan kemiringan yang sama. Titik ini menunjukkan bahwa perusahaan telah menggunakan input dengan proporsi yang paling efisien.


Komentar

Postingan Populer