PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI
PERUSAHAAN DAN TEORI PRODUKSI
NAMA : ALIVIA IRZA FADILLA
1.
ORGANISASI
PERUSAHAAN
Perusahaan
adalah institusi atau lembaga yang menggunakan atau memanfaatkan dan
Mengorganisasikan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan suatu barang-barang
dan jasa-Jasa. Pada kenyataannya, organisasi atau lembaga yang digolongkan
sebagai perusahaan dalam Banyak literatur hanya terdiri atas tiga macam, yaitu:
Perusahaan
Perorangan (Proprietorship),
yaitu perusahaan yang dimiliki secara Perseorangan (single owner – a
proprietor, tidak dikerjakan seorang) yang memiliki Tanggung jawab yang tidak
terbatas (unlimited liability).
Perusahaan
perseorangan dibagi menjadi 2, yaitu
a)
Usaha
Perseorangan Berizin
Memiliki
izin operasional dari departemen teknis. Misalnya bila perusahaan Perseorangan
bergerak dalam bidang perdagangan, maka dapat memiliki izin seperti Tanda
Daftar Usaha Perdagangan (TDUP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
b)
Usaha
Perseorangan Yang Tidak Memiliki Izin.
Misalnya
usaha perseorangan yang dilakukan para pedagang kaki lima, toko barang
Kelontong, dsb.
Perusahaan
Perkongsian atau Firma,
adalah bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan
nama bersama atau satu nama digunakan bersama. Dalam firma semua anggota
bertanggung Jawab sepenuhnya baik sendirisendiri maupun bersama terhadap
utang-utang perusahaan kepada pihak lain. Contohnya: nike, Diadora, cross, Dll.
Perseroan
terbatas (PT) Adalah
suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak serta kewajiban sendiri yang terpisah
dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri maupun pemilik. Akta pendirian
perusahaan harus mendapatkan pengesahan dari Departemen Kehakiman. Contohnya :
PT. Pertamina, PT. PLN, PT. Garuda Indonesia.
2.
FUNGSI
PRODUKSI DENGAN SATU INPUT VARIABLE
HUKUM
HASIL LEBIH YANG SEMAKIN BERKURANG
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang
menyatakan bahwa apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (TK) terus
menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin
banyak pertambahannya, tetapi setelah mencapai suatu tingkat tertentu produksi
tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif. Dengan
demikian, hukum ini dapat dibedakan menjadi tiga tahap, yaitu tahap pertama,
produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat,Tahap kedua, produksi
total pertambahannya semakin lambat, Tahap ketiga, produksi total semakin lama
semakin berkurang.
Dalam hal ini hukum lebih yang
semakin berkurang dimaksudkan apabila faktor produksi yang sebelumnya bisa
dirubah jumlahnya secara terus-menerus ditambah sebanyak satu unit, maka pada
awalnya produksi total akan semakin banyak pertambahannya. Akan tetapi sesudah
mencapai pada suatu tingkat tertentu, maka tambahan produksi tambahan akan
semakin berkurang dan pada akhirnya akan mencapai nilai negatif. Sifat dari
pertambahan produksi inilah yang menyebabkan bagaimana perusahaan akan
mempertimbangkan untuk meminimumkan biaya dalam kegiatannya dalam rangka
mencapai tingkat produksi tertentu yang nantinya bisa ditunjukan.
KURVA PRODUKSI TOTAL, PRODUKSI RATA-RATA DAN PRODUKSI MARJINAL
Produk Rata-Rata sama dengan
produksi produksi total dibagi dengan kuantitas tenaga kerja yang digunakan.
Besarnya produksi rata-rata, yaitu produksi yang secara rata-rata dihasilkan
oleh setiap pekerja dihitung dengan persamaan berikut. Apabila produksi total
(TP), jumlah tenaga kerja adalah L, maka produksi rata-rata atau average
product (AP) dijelaskan sebagai berikut:
3.
FUNGSI
PRODUKSI DENGAN DUA INPUT VARIABEL
Fungsi produksi dengan dua input
variabel, yaitu fungsi produksi yang mempertimbangkan dua faktor produksi yang
bisa diubah jumlahnya, misalnya modal dan tenaga kerja. Faktor produksi
lainnya, seperti bahan baku atau teknologi, dianggap tetap atau konstan.
KURVA PRODUKSI SAMA (ISOQUANT)
Kurva produksi sama (isoquant
curve), yaitu kurva yang menggambarkan kombinasi dua input variabel yang
menghasilkan output yang sama. Kurva ini menunjukkan bahwa ada banyak cara
untuk menghasilkan output yang sama dengan menggunakan input yang berbeda-beda.
Kurva ini berbentuk cekung ke asal. Ciri-ciri Kurva Produksi Sama yaitu,
mempunyai kemiringan negatif, semakin ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan
semakin tinggi jumlah output ,isoquant tidak pernah berpotongan dengan isoquant
yang lainnya, isoquant cembung ke titik asal (nol).
GARIS ONGKOS SAMA (ISOCOST)
Garis ini menggambarkan gabungan
faktor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya
tertentu. untuk dapat membuat garis biaya sama diperlukan data berikut: 1.
Harga faktor-faktor produksi yang digunakan, dan Jumlah uang yang tersedia
untuk membeli faktor-faktor produksi.
Meminimumkan
ongkos atau memaksimumkan produksi, yaitu tujuan utama dari perusahaan dalam
membuat keputusan produksi. Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mencari
titik optimal, yaitu titik di mana kurva produksi sama menyentuh garis ongkos
sama dengan kemiringan yang sama. Titik ini menunjukkan bahwa perusahaan telah
menggunakan input dengan proporsi yang paling efisien.





Komentar
Posting Komentar