TEORI ONGKOS PRODUKSI
TEORI ONGKOS PRODUKSI
NAMA : ALIVIA IRZA FADILLA
NIM : 222010200197
KELAS : 3/A4
DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E.,M.M.
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
1. DEFINISI BIAYA (COST)
Biaya (cost) adalah seluruh pengorbanan (dalam bentuk satuan moneter) yang harus dikeluarkan untuk suatu proses produksi atau untuk mendapatkan manfaat tertentu. Sederhananya biaya adalah apa yang harus anda bayar untuk memperoleh sesuatu.
2. BIAYA PRODUKSI JANGKA PENDEK
Biaya produksi jangka pendek adalah total biaya yang diperlukan untuk memproduksi barang atau jasa dalam waktu kurang dari satu tahun, dengan penekanan pada biaya yang dapat disesuaikan dengan cepat sesuai dengan perubahan volume produksi. Biaya produksi jangka pendek terdiri dari:
• BIAYA TETAP (FIXED COST)
Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah seiring dengan perubahan jumlah produksi. Contohnya adalah biaya sewa tanah atau gedung, biaya asuransi, dan biaya administrasi.
• BIAYA VARIABEL (VARIABLE COST)
Biaya variabel adalah biaya yang berubah seiring dengan perubahan jumlah produksi. Contohnya adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya bahan bakar.
• BIAYA TOTAL (TOTAL COST)
Biaya total adalah jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu barang atau jasa yang dilakukan oleh produsen. Biaya total merupakan jumlah keseluruhan dari biaya tetap dan biaya variabel.
• ONGKOS TETAP RATA-RATA/ AVERAGE FIXED COST (AFC)
Ongkos tetap rata-rata adalah biaya tetap per satuan output. Biaya tetap total yang dibagi dengan jumlah unit produk atau jasa yang dihasilkan.
• ONGKOS BERUBAH RATA- RATA/ AVERAGE VARIABLE COST (AVC)
Ongkos berubah rata-rata adalah biaya variabel per satuan output.
• ONGKOS TOTAL RATA-RATA/ AVERAGE COST (AC)
Ongkos total rata-rata adalah biaya rata-rata yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi satu unit barang atau jasa.
ONGKOS MARJINAL/ MARGINAL COST (MC)
Ongkos marjinal adalah tambahan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit output tambahan.
ONGKOS RATA-RATA
Ongkos rata-rata adalah rata-rata dari semua ongkos yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan suatu output. Ongkos rata-rata dapat ditentukan dengan cara membagi jumlah ongkos dengan jumlah output. Ongkos rata-rata dapat digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi perusahaan dalam mengelola ongkos produksinya.
3. BIAYA PRODUKSI JANGKA PANJANG
Biaya produksi jangka panjang adalah total biaya yang diperlukan untuk memproduksi barang atau jasa dalam periode waktu yang lebih lama, biasanya lebih dari satu tahun, dan mencakup biaya yang dapat disesuaikan seiring dengan perubahan dalam volume produksi.
CARA MEMINIMUMKAN ONGKOS DALAM JANGKA PANJANG
Cara meminimumkan biaya dalam jangka panjang dapat memperluas kapasitas produksinya, ia harus menentukan besarnya kapasitas pabrik (plan size) yang akan meminimumkan biaya produksi dalam analisis ekonomi kapasitas pabrik dapat digambarkan kurva biaya rata-rata. (AC). Sehingga analisis mengenai bagaimana produsen menganalisis kegiatan produksinya dalam usaha meminimumkan biaya dapat dilakukan dengan memperhatikan kurva AC untuk kapasitas yang berbeda-beda.
Faktor yang akan menentukan kapasitas produksi yang digunakan yaitu tingkat produksi yang akan dicapaiserta sifat dari pilihan kapasitas pabrik yang tersedia.
KURVA ONGKOS TOTAL RATA-RATA JANGKA PANJANG
Kurva ongkos total rata-rata jangka panjang adalah kurva yang menggambarkan hubungan antara ongkos total rata-rata dengan jumlah output dalam jangka panjang. Kurva ini menunjukkan berbagai kemungkinan ongkos total rata-rata yang dapat dicapai oleh perusahaan dengan mengubah skala produksinya.
SKALA EKONOMIS DAN TIDAKEKONOMIS
Skala ekonomis adalah keadaan di mana ongkos total rata-rata menurun seiring dengan peningkatan jumlah output. Skala ekonomis menunjukkan adanya efisiensi dan penghematan biaya dalam produksi. Skala tidakekonomis adalah keadaan di mana ongkos total rata-rata meningkat seiring dengan peningkatan jumlah output. Skala tidakekonomis menunjukkan adanya inefisiensi dan pemborosan biaya dalam produksi.

.jpeg)

Komentar
Posting Komentar