TEORI PERILAKU KONSUMEN

 TEORI PERILAKU KONSUMEN

NAMA                           : ALIVIA IRZA FADILLA

NIM                               : 222010200197
KELAS                          :  3/A4
DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E.,M.M.
PROGRAM STUDI     : MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 


1. PENDEKATAN MARGINAL UTILITY

Teori Perilaku Konsumen merupakan sebuah teori berupa studi yang mempelajari bagaimana seseorang konsumen mencari, memilih, membeli, menggunakan, serta mengevaluasi produk dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.

ASUMSI PENDEKATAN MU

Pendekatan MU mempunyai asumsi sebagai berikut:

a. Utility dapat diukur dengan uang.

b. Hukum Gossen tetap berlaku (The Low of Diminishing Marginal Utility)

c. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan total yang maksimum.

NILAI GUNA, NILAI GUNA TOTAL DAN NILAI GUNA MARJINAL

Nilai Guna Total (Total Utility) mengandung arti jumlah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu. Sedangkan Nilai Guna Marjinal (Marginal Utility), berarti pertambahan atau (pengurangan) kepuasan sebagai akibat dari pertambahan atau (pengurangan) satu unit barang tertentu.

Hukum nilai MU yang semakin menurun (the law of diminishing marginal utility) berbunyi tambahan nilai guna yang akan diperoleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang akan menjadi semakin sedikit apabila barang tersebut terus-menerus menambah konsumsinya ke atas barang tersebut yang pada akhirnya tambahan nilai guna akan menjadi negatif.

NILAI GUNA TOTAL MAKSIMUM

Nilai guna total maksimum adalah jumlah kepuasan tertinggi yang dapat diperoleh oleh konsumen dalam mengonsumsi sejumlah barang atau jasa. Nilai guna total maksimum tercapai ketika nilai guna marjinal, yaitu tambahan kepuasan dari mengonsumsi satu unit tambahan barang atau jasa, sama dengan nol. Dengan kata lain, nilai guna total maksimum terjadi ketika konsumen tidak mendapatkan kepuasan tambahan dari mengonsumsi lebih banyak barang atau jasa.

TEORI NILAI GUNA DAN TEORI PERMINTAAN

Dengan menggunakan teori nilai guna dapat dijelaskan dengan kurva permintaan bersifat menurun dari kiri atas kekanan bawah yang di mana menggambarkan adanya dua faktor penyebab permintaan berubah ke atas yaitu efek penggantian (subtitution effect) dan efek pendapatan (income effect).

Perubahan harga suatu barang merubah nilai guna marginal per rupiah dari barang yang mengalami perubahan harga tersebut, dengan demikian jika harga meningkat nilai guna per rupiah yang diwujudkan bahan tersebut menjadi bertambah sedikit. Kalaupun barang lainnya tidak mengalami perubahan harga perbandingan diantara nilai guna marginal barang itu dengan harga tidak mengalami perubahan. Kalau pendapatan tidak mengalami perubahan kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil menjadi bertambah sedikit, jika penurunan harga menyebabkan pendapatan riil bertambah.

SURPLUS KONSUMEN

Surplus konsumen adalah perbedaan antara jumlah maksimum yang seseorang ingin membayar (willing to pay) atas suatu barang dengan harga barang tersebut saat ini dipasar. Jumlah yang seseorang ingin membayar menunjukkan harga yang konsumen mau/bersedia membayar untuk suatu barang. Harga pasar menunjukkan harga yang harus dibayar untuk membeli barang tersebut. Dengan demikian, surplus konsumen adalah perbedaan/selisih dari harga yang bersedia dibayar oleh konsumen dengan harga yang harus dibayarkan untuk membeli barang.

Surplus konsumen merupakan ukuran manfaat (benefit), baik dalam arti uang (monetary gain) ataupun kesejahteraan (welfare), atau kepuasan (satisfaction), yang diperoleh seorang sebagai hasil dari membeli dan mengkonsumsi barang atau pelayanan

Surplus Konsumen = (1/2) x Qe x ∆P

2. PENDEKATAN INDIFFERENCE CURVE

Indifference Curve adalah kurva yang menunjukkan berbagai macam kombinasi dari konsumsi dua jenis barang yang dapat memberikan tingkat kepuasan yang sama. Adapun asumsi indiffference curve (IC) diantaranya yaitu sebagai berikut konsumen mempunyai pola preferensi akan barang-barang konsumsi dalam bentuk indifference map atau kumpulan indiferen, konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu, dan konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimum. Adanya juga ciri-ciri kurva IC yaitu kurvanya turun dari kiri atas kekanan bawah, cembung ke arah origin, tidak saling berpotongan yang terletak di kanan atas menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi.


GARIS ANGGARAN PENGELUARAN

Garis anggaran pengeluaran adalah Suatu kurva yang berbentuk garis lurus yang menggambarkan kombinasi dua barang yang dapat di beli oleh sejumlah tertentu pendapatan.Garis anggaran ditunjukkan oleh garis berwarna biru. Sepanjang Garis anggaran tersebut menunjukkan biaya yang sama. Sehingga konsumen dapat memilih kombinasi dua macam barang yang di konsumsi. Kombinasi barang yang di konsumsi bisa saja X1 dan Y1, X2 dan Y2 atau X3 dan Y3. Pilihan kombinasi oleh konsumen tersebut akan memberikan biaya yang sama besar.

AKIBAT PERUBAHAN HARGA (PRICE EFFECT) DAN PERUBAHAN PENDAPATAN (INCOME EFFECT)

Perubahan harga dan pendapatan adalah dua faktor yang mempengaruhi pilihan dan perilaku konsumen dalam membeli dan menggunakan barang dan jasa.Perubahan harga dapat menimbulkan efek substitusi dan efek pendapatan. Efek substitusi adalah perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan harga relatif antara barang tersebut dengan barang pengganti. Efek pendapatan adalah perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan pendapatan riil konsumen.Perubahan pendapatan dapat mempengaruhi permintaan atas barang normal dan barang inferior..Perubahan harga dan pendapatan dapat digambarkan dengan menggunakan kurva indiferen dan garis anggaran.

KEPUASAN TOTAL MAKSIMUM

Dengan diketahui jika rasa konsumen (kurva kepuasan konsumen) dan berbagai gabungan barang yang mungkin dibeli konsumen (garis anggaran), maka untuk mencapai kepuasan total maksimum perlu digambarkan garis anggaran pengeluaran dan peta kepuasan sama yang dibuat kurva atau gambar menjadi satu sedangkan syarat seorang konsumen akan mencapai kepuasan total maksimum apabila ia mencapai titik keseimbangan di mana kurva indiferen menyinggung garis anggaran pengeluaran.

Gambar diatas menunjukkan bahwa seorang konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum apabila ia mencapai titik dimana garis anggaran pengeluaran menyinggung kurva kepuasan sama. Titik E menunjukkan bahwa gabungan barang yang memberikan kepuasan yang paling maksimum pada konsumen terdiri dari 18 unit makanan dan 10 unit pakaian.



Komentar

Postingan Populer