MENGEMBANGKAN DAN MENENTUKAN HARGA PRODUK

 MENGEMBANGKAN DAN MENENTUKAN HARGA PRODUK

NAMA                               : ALIVIA IRZA FADILLA

NIM                                   : 222010200197

KELAS                              : 5/A4

DOSEN PENGAMPU      : TOFAN TRI NUGROHO, S.E.,M.M

PROGRAM STUDI           : MANAJEMEN

FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

1. DEFINISI PRODUK SEBAGAI PAKET NILAI DAN KLASIFIKASI BARANG DAN JASA

Produk dapat didefinisikan sebagai paket nilai, yaitu sekumpulan atribut yang bersama-sama memberikan fitur dan manfaat yang tepat untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan. Pelanggan membeli produk untuk mendapatkan nilai yang dapat memuaskan keinginan mereka. Oleh karena itu, produk yang berhasil adalah yang menawarkan kombinasi kualitas, baik yang dapat dilihat (tangible) maupun yang tidak dapat dilihat (intangible), sehingga memberikan manfaat yang diinginkan oleh pelanggan.

Klasifikasi Barang dan Jasa

Produk, baik barang maupun jasa, dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis pembeli yang diharapkan, yaitu:

Produk Konsumen:

  1. Convenience Products: Barang dan jasa yang murah dan dikonsumsi dengan cepat dan secara teratur, seperti makanan ringan dan produk kebersihan.
  2. Shopping Products: Barang yang lebih mahal dan dibeli lebih jarang, seperti pakaian dan perabotan rumah.
  3. Specialty Products: Barang dan jasa yang sangat penting dan mahal, seperti mobil mewah dan perhiasan.

Produk Organisasi:

  1. Production Items: Barang dan jasa yang digunakan langsung dalam proses produksi.
  2. Expense Items: Barang atau jasa yang dikonsumsi dalam setahun untuk memproduksi produk lain.
  3. Capital Items: Barang dan jasa mahal dan tahan lama yang memiliki masa manfaat beberapa tahun, seperti mesin industri.

Kelompok produk yang tersedia untuk dijual oleh suatu perusahaan disebut mix produk. Perusahaan sering memulai dengan satu produk, namun seiring waktu, mereka berkembang menjadi jalur produk sekelompok produk yang berkaitan fungsi atau pasar sasaran untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbeda.

2. PROSES PENGEMBANGAN PRODUK BARU

Untuk memperluas dan mendiversifikasi jalur produk, perusahaan perlu mengembangkan dan memperkenalkan produk baru. Banyak perusahaan memiliki departemen R&D yang mengikuti proses tujuh langkah dalam mengembangkan produk baru:

  1. Ide Produk: Mencari ide untuk produk baru.
  2. Penyaringan: Mengeliminasi ide produk yang tidak sesuai dengan kemampuan atau tujuan perusahaan.
  3. Pengujian Konsep: Menggunakan riset pasar untuk mendapatkan masukan dari konsumen tentang manfaat dan harga produk.
  4. Analisis Bisnis: Membandingkan biaya produksi dan manfaat untuk memastikan produk memenuhi target profitabilitas minimum.
  5. Pengembangan Prototipe: Memproduksi versi awal produk.
  6. Pengujian Produk dan Pemasaran Uji: Melakukan produksi terbatas dan menguji produk untuk memenuhi persyaratan kinerja.
  7. Komersialisasi: Memulai produksi dan pemasaran skala penuh.

Dalam pengembangan layanan, terdapat dua perbedaan penting dalam model tujuh langkah ini:

  1. Ide Layanan: Mencari ide layanan termasuk mendefinisikan paket nilai layanan dan mengidentifikasi fitur tangible dan intangible.
  2. Desain Proses Layanan: Alih-alih pengembangan prototipe, layanan memerlukan desain proses yang mengidentifikasi setiap langkah dalam layanan dan persyaratan pekerja.

3. MEMAHAMI SIKLUS HIDUP PRODUK (PLC)

Siklus Hidup Produk (PLC) adalah konsep penting dalam pemasaran yang menggambarkan tahap-tahap yang dilalui suatu produk dari pengenalan hingga penurunannya di pasar. PLC terdiri dari empat tahap utama:

  1. Pengenalan (introduction): Tahap pengenalan dimulai ketika produk pertama kali diluncurkan ke pasar. Di sini, pemasar fokus untuk meningkatkan kesadaran konsumen mengenai produk dan manfaatnya. Namun, biaya pengembangan dan pemasaran yang tinggi seringkali mengakibatkan kerugian.
  2. Pertumbuhan (Growth):Pada tahap pertumbuhan, penjualan mulai meningkat secara signifikan. Pemasar mungkin menurunkan harga sedikit untuk menarik lebih banyak pelanggan, yang berkontribusi pada profitabilitas saat pendapatan mulai melebihi biaya.
  3. Kematangan (Maturity): Tahap kematangan adalah fase terpanjang dalam PLC, di mana penjualan mencapai puncaknya namun mulai melambat. Meskipun keuntungan biasanya tertinggi di awal tahap ini, persaingan yang meningkat dapat menyebabkan pemotongan harga dan penurunan keuntungan.
  4. Penurunan (Decline): Pada tahap penurunan, penjualan dan keuntungan terus menurun seiring munculnya produk baru. Perusahaan sering kali mengurangi dukungan promosi, yang dapat mengakibatkan keuntungan minimal sebelum akhirnya produk dihentikan atau dihapus dari pasar.
Metode Memperpanjang Umur Produk

Ada tiga metode utama untuk memperpanjang umur produk yang sedang menurun atau baru saja mati:

  1. Ekstensi Produk:Memasarkan produk yang ada secara global, bukan hanya domestik. Produk yang berada dalam tahap kematangan atau bahkan penurunan di pasar domestik dapat memberikan nilai di negara lain.
  2. Adaptasi Produk:Memodifikasi produk agar memiliki fitur yang diubah untuk menarik pelanggan baru di negara yang berbeda.
  3. Reintroduksi:Menghidupkan kembali produk yang mulai usang atau telah mati di pasar lama untuk pasar baru.

Pentingnya Branding

Pemasar juga harus mengenali produk agar konsumen dapat mengidentifikasinya. Branding adalah proses menggunakan nama dan simbol untuk mengkomunikasikan kualitas produk tertentu dari produsen tertentu. Branding dapat menciptakan kesadaran merek (brand awareness) dan loyalitas merek (brand loyalty), di mana pembeli menunjukkan perilaku pembelian yang konsisten.

Penempatan produk (product placement) adalah teknik yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan loyalitas merek, di mana merek ditampilkan dalam acara televisi, film, majalah, atau video game. Ada tiga jenis nama merek:

  1. Merek Nasional: Diproduksi dan didistribusikan secara luas oleh produsen.
  2. Merek Lisensi: Merek yang digunakan oleh perusahaan lain dengan izin dari pemilik merek.
  3. Merek Pribadi: Nama yang diberikan pada produk oleh grosir atau pengecer, bukan oleh produsen.
4. TUJUAN PENETAPAN HARGA DAN ALAT PENETAPAN HARGA

Dalam strategi penetapan harga, manajer harus memutuskan berapa banyak yang akan diterima perusahaan sebagai imbalan atas produk yang dijual. Tujuan penetapan harga adalah sasaran yang ingin dicapai oleh produsen melalui keputusan harga. Dua tujuan utama dalam penetapan harga adalah:

  1. Maksimalisasi Keuntungan:Menetapkan harga untuk menjual jumlah unit yang akan menghasilkan total keuntungan tertinggi. Jika harga terlalu rendah, penjual kehilangan peluang untuk mendapatkan keuntungan tambahan. Sebaliknya, jika harga terlalu tinggi, meskipun keuntungan per unit lebih besar, jumlah unit yang terjual akan berkurang.
  2. Tujuan Pangsa Pasar:Penetapan harga digunakan untuk membangun pangsa pasar. Penjual mungkin bersedia menerima keuntungan minimal atau bahkan merugi untuk menarik konsumen mencoba produk. Ini membantu perusahaan untuk mendapatkan persentase dari total penjualan pasar untuk jenis produk tertentu.

Alat Penetapan Harga

Manajer sering kali menggunakan alat untuk mengukur potensi dampak sebelum menetapkan harga akhir. Dua alat utama yang digunakan adalah:

  1. Penetapan Harga Berbasis Biaya (Cost-Oriented Pricing):Dimulai dengan menentukan total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi produk, termasuk upah, sewa, bahan, dan asuransi. Kemudian, ditambahkan markup untuk keuntungan untuk menentukan harga jual.
  2. Analisis Titik Impas (Breakeven Analysis):Digunakan untuk menghitung titik impas, yaitu jumlah unit yang harus terjual agar total pendapatan sama dengan total biaya, sehingga tidak ada keuntungan atau kerugian. Untuk menghitung titik impas, perusahaan harus mengidentifikasi semua biaya tetap dan variabel terkait produk.
5. STRATEGI PENETAPAN HARGA UNTUK SITUASI KOMPETITIF BERBEDA

Penetapan harga untuk produk yang sudah ada dapat dilakukan di atas, di bawah, atau pada harga pasar untuk produk serupa. Strategi harga yang digunakan dapat sangat berbeda tergantung pada situasi kompetitif yang dihadapi perusahaan.

Strategi Penetapan Harga untuk Produk Baru

  1. Price Skimming: Menetapkan harga awal yang tinggi untuk menutupi biaya dan menghasilkan keuntungan. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan besar dari setiap item yang terjual, tetapi pemasaran harus meyakinkan pelanggan bahwa produk tersebut berbeda dari yang sudah ada di pasar.
  2. Penetration Pricing: Menetapkan harga awal yang rendah untuk memperkenalkan produk baru ke pasar. Tujuannya adalah untuk menarik minat pelanggan dan mendorong pembelian percobaan.

Strategi untuk Bisnis E-Commerce:

  1. Dynamic Pricing: Menetapkan harga individual melalui interaksi real-time antara penjual dan pelanggan di Internet.
  2. Fixed Pricing: Menawarkan satu harga untuk semua produk, yang merupakan pendekatan tradisional.

Taktik Penetapan Harga

Setelah menentukan strategi harga, perusahaan dapat menggunakan salah satu dari tiga taktik untuk menetapkan harga:

  1. Price Lining: Mengatur kategori produk dengan tiga atau empat tingkat harga, di mana semua produk dalam kategori tersebut akan dipasarkan pada salah satu tingkat harga tersebut.
  2. Psychological Pricing: Mengakui bahwa pelanggan tidak sepenuhnya rasional dalam membuat keputusan pembelian. Contohnya, harga $10 sering dianggap jauh lebih tinggi dibandingkan dengan $9,95, meskipun perbedaannya kecil.
  3. Discount Pricing: Menggunakan pengurangan harga untuk merangsang penjualan, menarik minat pelanggan dengan menawarkan harga yang lebih rendah.


Komentar

Postingan Populer