DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK
DISTRIBUSI DAN PROMOSI PRODUK
NAMA : ALIVIA IRZA FADILLA
NIM : 222010200197
KELAS : 5/A4
DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E.,M.M
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
1. BAURAN DISTRIBUSI DAN SALURAN DISTRIBUSI
Bauran distribusi adalah kombinasi saluran distribusi yang digunakan untuk mengantarkan produk kepada konsumen akhir dan pembeli industri. Keberhasilan produk sangat bergantung pada efektivitas bauran distribusi yang dipilih. Intermediari, seperti grosir dan pengecer, berperan penting dalam proses ini.
Saluran Distribusi
- Saluran Langsung: Produsen menjual langsung kepada konsumen tanpa perantara.
- Distribusi Ritel: Produk didistribusikan melalui pengecer yang menjual kepada konsumen.
- Distribusi Grosir: Grosir membeli dari produsen dan menjual kepada pengecer.
- Saluran Agen atau Broker: Agen menjual produk tanpa memiliki barang tersebut.
Meskipun lebih banyak intermediari dapat meningkatkan harga, mereka juga memberikan nilai tambah dengan menyediakan informasi dan memastikan produk sampai tepat waktu.
Strategi Cakupan Pasar
Pemasar harus memilih strategi cakupan pasar, seperti:
- Distribusi Intensif: Menyebarkan produk melalui banyak saluran.
- Distribusi Eksklusif: Memberikan hak eksklusif kepada beberapa grosir atau pengecer.
- Distribusi Selektif: Memilih sejumlah grosir dan pengecer terbatas untuk menjual produk.
Grosir memainkan peran penting dalam distribusi dengan menyediakan layanan seperti pengiriman, pengaturan kredit, dan informasi produk kepada pembeli. Mereka menyimpan barang, memberikan saran pemasaran, dan membantu pelanggan dengan penandaan harga. Grosir biasanya adalah operasi independen yang menjual produk dari berbagai produsen. Merchant wholesalers membeli dan menjual barang, sementara agen dan broker bekerja berdasarkan komisi tanpa memiliki barang.
E-intermediari adalah anggota saluran distribusi berbasis Internet yang melakukan dua fungsi utama: mengumpulkan informasi tentang penjual untuk konsumen dan membantu pengiriman produk secara online. Contoh e-intermediari termasuk syndicated sellers, yang mendapatkan komisi dari merujuk pelanggan, dan shopping agents (e-agents), yang membantu pelanggan menemukan informasi dan membandingkan harga.
3. JENIS-JENIS RITEL DAN NILAI TAMBAH RITEL ONLINE UNTUK KONSUMEN
Toko ritel dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama: retailer berbasis produk, retailer diskon, dan toko serba ada.
1. Retailer Berbasis Produk
- Toko Departemen: Menawarkan berbagai produk dengan departemen khusus, serta layanan tambahan seperti rencana kredit dan pengiriman.
- Supermarket: Dikenal dengan harga rendah, layanan mandiri, dan pilihan produk yang luas, juga dibagi menjadi berbagai departemen.
- Toko Khusus: Menyediakan lini produk lengkap dalam bidang tertentu, dengan staf penjualan yang berpengetahuan.
2. Retailer Diskon
- Discount Houses: Menawarkan berbagai produk dengan harga rendah.
- Katalog Showrooms: Pelanggan dapat melihat sampel, memesan, dan menerima barang dari gudang terkait.
- Factory Outlets: Toko yang dimiliki oleh produsen yang menjual langsung ke konsumen, menghindari perantara.
- Wholesale Clubs: Menyediakan diskon besar untuk anggota yang membayar biaya keanggotaan tahunan.
3. Toko Serba Ada
Convenience Stores: Menekankan lokasi yang mudah diakses, jam buka yang panjang, dan layanan cepat, meskipun harga cenderung lebih tinggi.
Ritel Non-Toko
Ritel non-toko mencakup perusahaan yang berusaha langsung menjual kepada konsumen, seperti pemasaran katalog, telemarketing, dan penjualan langsung.
Nilai Tambah Ritel Online
Ritel online menawarkan kenyamanan berbelanja kapan saja melalui Internet, dengan berbagai bentuk, seperti e-katalog, toko elektronik, dan cybermalls. Berikut adalah beberapa cara ritel online menambah nilai untuk konsumen:
- E-Katalog: Menyediakan tampilan produk dan informasi secara online, mengurangi biaya distribusi dan cetak.
- Toko Elektronik: Situs web penjual yang memungkinkan konsumen mengumpulkan informasi, memesan, dan membayar produk dengan mudah.
- Cybermalls: Kumpulan toko virtual yang memungkinkan konsumen untuk menjelajah berbagai pilihan produk dari satu tempat.
- Video Retailing: Menyediakan pengalaman belanja melalui TV, di mana pengguna dapat berbelanja dengan tampilan layar besar dari kenyamanan rumah.
Distribusi fisik adalah serangkaian aktivitas yang diperlukan untuk memindahkan produk dari produsen atau perantara ke pelanggan, dengan tujuan memastikan barang tersedia di tempat dan waktu yang diinginkan, menjaga biaya tetap rendah, dan memberikan layanan yang memuaskan. Aktivitas utama dalam distribusi fisik meliputi layanan pelanggan, penyimpanan (warehousing), dan transportasi. Penyimpanan dapat dilakukan melalui gudang pribadi yang dimiliki perusahaan atau gudang publik yang disewakan sesuai kebutuhan. Transportasi melibatkan pemindahan produk melalui berbagai moda, seperti truk, kereta api, pesawat, dan pengangkut air, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangan terkait biaya dan kecepatan pengiriman. Dengan memahami proses distribusi fisik, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasokan dan kepuasan pelanggan.

Komentar
Posting Komentar