MANAJEMEN DAN BISNIS GLOBAL
MANAJEMEN DAN BISNIS GLOBAL
NAMA : ALIVIA IRZA FADILLA
NIM : 222010200197
KELAS : 5/A4
DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E.,M.M.
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
1. Keterkaitan antara ekonomi, politik dan hubungan internasional
Kebijakan ekonomi dan politik saling terkait dan memengaruhi, menciptakan dinamika yang berdampak pada regulasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas global. Kebijakan ekonomi dapat memengaruhi stabilitas politik, dan sebaliknya; misalnya, pengangguran tinggi dan ketidaksetaraan dapat memicu ketegangan sosial. Stabilitas politik penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Di era globalisasi, interdependensi antarnegara meningkat, sehingga hubungan diplomatik semakin dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi. Kebijakan perdagangan yang saling menguntungkan dapat mempererat hubungan diplomatik dan menciptakan aliansi, sementara kebijakan merugikan dapat memperburuk hubungan tersebut.
2. Baik dan Buruknya Dampak Globalisasi
Globalisasi berperan penting dalam menyuburkan perekonomian di berbagai negara. Negara-negara mendukung perdagangan internasional dengan membuka perbatasan, menawarkan insentif, dan mempermudah kemitraan bisnis asing. Kemajuan teknologi dalam perjalanan dan komunikasi, serta tekanan kompetitif, mendorong perusahaan untuk bersaing di pasar global.
Namun, globalisasi juga menghadapi kritik. Beberapa pihak menuduh perusahaan memanfaatkan pekerja di negara berkembang dengan upah rendah dan menghindari peraturan lingkungan atau pajak di negara asal. Selain itu, globalisasi dianggap mengancam warisan budaya dan lebih menguntungkan pihak kaya. Protes sering terjadi di pertemuan ekonomi global akibat ketidakadilan yang dirasakan oleh banyak pihak.
3. Klasifikasi Negara Berdasarkan Pendapatan (Menurut Bank Dunia)
- Negara berpendapatan tinggi: Pendapatan per kapita tahunan lebih dari $12.476.
- Negara berpendapatan menengah ke atas: Pendapatan per kapita antara $4.036-$12.475.
- Negara berpendapatan menengah ke bawah: Pendapatan per kapita antara $1.026-$4.035.
- Negara berpendapatan rendah (negara berkembang): Pendapatan per kapita kurang dari $1.025.
- Amerika Utara: Amerika Serikat adalah pasar terbesar dan ekonomi paling stabil di dunia, dikenal sebagai pusat keuangan global dengan Wall Street sebagai simbol kapitalisme modern.Kanada juga berperan penting dalam ekonomi internasional, sementara Meksiko berfungsi sebagai pusat manufaktur dengan tenaga kerja murah, meskipun kini posisinya mulai tergeser oleh China.
- Eropa:Eropa Barat didominasi oleh Jerman, Inggris, dan Prancis, dengan integrasi ekonomi yang semakin kuat melalui Uni Eropa. Eropa Timur menarik perhatian perusahaan multinasional, meskipun tantangan seperti ketidakstabilan pemerintah dan korupsi masih ada di beberapa negara seperti Polandia dan Rusia.
- Asia Pasifik: Kawasan ini mencakup negara-negara seperti Jepang, Cina, dan India, yang merupakan ekonomi besar meskipun pendapatan per kapita masih rendah. Jepang mendominasi dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Toyota dan Toshiba, sementara sektor otomotif, elektronik, dan perbankan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kawasan ini.
- NAFTA (North American Free Trade Agreement): Menghapus sebagian besar tarif dan hambatan perdagangan antara AS, Kanada, dan Meksiko, memberikan manfaat besar bagi Meksiko, terutama di sektor otomotif.
- Uni Eropa (UE): Negara-negara anggota UE menghilangkan sebagian besar kuota dan menetapkan tarif seragam untuk produk yang diimpor dan diekspor di dalam kelompok. Penggunaan euro memperkuat posisi UE sebagai pasar bebas terbesar di dunia.
- ASEAN (Association of Southeast Asian Nations): Organisasi kerjasama ekonomi, politik, sosial, dan budaya di Asia Tenggara, meskipun tidak sebesar NAFTA atau UE dalam hal pengaruh ekonomi global.
- WTO (World Trade Organization): Didirikan pada 1995 untuk mempromosikan perdagangan internasional, mengurangi hambatan perdagangan, dan menyelesaikan perselisihan perdagangan antar negara.
6. Perdagangan Internasional dan Neraca Perdagangan
- Neraca Pembayaran: Neraca pembayaran mencatat semua aliran uang yang masuk dan keluar dari suatu negara, termasuk pembayaran untuk impor, penerimaan dari ekspor, pengeluaran wisatawan asing, dan bantuan luar negeri. Misalnya, jika Jepang memiliki surplus perdagangan sebesar $2 juta dan menerima tambahan $300.000 dari wisatawan asing, maka total neraca pembayaran mereka menjadi $2,3 juta.
- Neraca Perdagangan: Neraca perdagangan adalah selisih antara nilai total ekspor dan impor suatu negara. Surplus perdagangan terjadi ketika ekspor melebihi impor, sedangkan defisit perdagangan terjadi sebaliknya. Ketidakseimbangan kecil dalam neraca perdagangan adalah hal yang biasa, tetapi ketidakseimbangan besar dapat menimbulkan masalah, terutama terkait aliran mata uang.
Kurs tukar adalah nilai tukar mata uang satu negara terhadap mata uang negara lain dan berfluktuasi, memengaruhi neraca perdagangan antara dua negara.
Ketika nilai mata uang suatu negara meningkat (kuat), perusahaan kesulitan mengekspor karena harga produk lebih mahal di luar negeri. Sebaliknya, jika nilai mata uang menurun (lemah), ekspor cenderung meningkat karena produk menjadi lebih terjangkau di pasar internasional.Perkembangan penting dalam kurs tukar global adalah pengenalan euro sebagai mata uang umum Uni Eropa pada tahun 2002.
8.Bentuk Keunggulan Kompetitif
- Keunggulan absolut :terjadi ketika suatu negara dapat memproduksi barang dengan biaya lebih rendah atau kualitas lebih tinggi dibandingkan negara lain.
- Keunggulan komparatif: muncul ketika suatu negara dapat memproduksi barang lebih efisien atau lebih baik dibandingkan negara lain.
- Keunggulan kompetitif nasional: adalah model modern yang melibatkan empat kondisi utama: faktor produksi, kondisi permintaan, industri yang saling terkait, serta strategi, struktur, dan persaingan.
9. Manajemen Bisnis Internasional
Dengan semakin globalnya ekonomi, banyak perusahaan memperluas operasi internasional. Perusahaan Eropa, terutama di sektor makanan, serta perusahaan asing seperti Kikkoman (Jepang) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (Indonesia) terus berkembang di pasar global. Namun, tidak semua perusahaan cocok untuk strategi ini. Misalnya, bisnis yang membeli dan menjual buah segar mungkin lebih menguntungkan dengan membatasi aktivitas di wilayah tertentu, mengingat tantangan biaya transportasi dan masa simpan produk.
10. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan untuk Go International
- Permintaan Internasional: Perusahaan harus menilai apakah ada permintaan untuk produknya di pasar luar negeri.
- Adaptasi terhadap Kebutuhan Pelanggan: Jika produk diminati, perusahaan perlu memutuskan cara menyesuaikan produk untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan asing.
- Outsourcing dan Offshoring:
- Outsourcing melibatkan pembayaran kepada pemasok untuk menjalankan proses bisnis tertentu, membantu perusahaan fokus pada kegiatan inti dan mengurangi biaya.
- Offshoring adalah bentuk outsourcing yang dilakukan ke negara asing, dengan banyak perusahaan mengontrak manufaktur ke pabrik biaya rendah di Asia dan memindahkan pusat layanan ke India.
11. Manajemen Bisnis Internasional: Going International
Dengan semakin mengglobalnya ekonomi dunia, banyak perusahaan memperluas operasi internasional. Perusahaan Eropa, terutama di sektor makanan, serta perusahaan asing seperti Kikkoman (Jepang) dan San Miguel Pure Food Company (Filipina) terus berekspansi ke pasar global. Beberapa faktor yang memengaruhi keputusan untuk go internasional meliputi:
- Mengukur Permintaan Internasional
- Beradaptasi dengan Kebutuhan Pelanggan
- Outsourcing dan Offshoring
12. Tingkat Keterlibatan Internasional
Setelah memutuskan untuk go internasional, sebuah perusahaan harus menentukan tingkat keterlibatannya. Seperti:
- Eksportir dan importir
- Perusahaan Internasional
- Perusahaan Multinasional
13. Struktur Organisasi Internasional
Tingkat keterlibatan internasional yang berbeda memerlukan jenis struktur organisasi yang berbeda.
- Agen Independen
- Pengaturan Lisensi
- Kantor cabamg
- Aliansi Strategis
- Penanaman Modal Asing Langsung
14. Memahami Lingkungan Budaya
Faktor utama dalam keberhasilan atau kegagalan aktivitas bisnis internasional adalah memiliki pemahaman mendalam tentang lingkungan budaya dan bagaimana hal itu memengaruhi bisnis. Budaya suatu negara mencakup seperti:
- Nilai, Simbol, Kepercayaan, dan Bahasa
- Perilaku Karyawan Lintas Budaya
Apakah suatu bisnis benar-benar multinasional atau hanya menjual ke beberapa pasar asing, beberapa faktor akan mempengaruhi operasi internasionalnya, seperti:
- Perbedaan Ekonomi
- Perbedaan Hukum dan Politik
- Kuota, Tarif, dan Subsidi
- Hukum Konten Lokal
- Hukum Praktik Bisnis

Komentar
Posting Komentar