MENGELOLA PERUSAHAAN BISNIS

MENGELOLA PERUSAHAAN BISNIS 

NAMA                           : ALIVIA IRZA FADILLA

NIM                               : 222010200197

KELAS                          : 5/A4

DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E.,M.M.

PROGRAM STUDI     : MANAJEMEN

FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

1. Hakikat Manajemen dan Empat Fungsi Dasar

Manajemen adalah proses yang melibatkan planningorganizingleading, dan controling sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan.
  1. Planning: Menentukan apa yang perlu dilakukan organisasi dan cara terbaik untuk mencapainya.
  2. Organizing: Mengatur sumber daya dan aktivitas ke dalam struktur yang koheren.
  3. Leading: Memotivasi dan membimbing karyawan untuk memenuhi tujuan perusahaan.
  4. Controling: Memantau kinerja untuk memastikan perusahaan mencapai tujuannya.
Manajemen yang efektif adalah kombinasi antara ilmu dan seni. Banyak isu manajemen dapat diatasi dengan pendekatan yang rasional dan sistematis, menggunakan data dan model kuantitatif untuk pengambilan keputusan. Namun, manajer juga perlu mengandalkan intuisi dan pengalaman dalam membuat keputusan.Jalur umum menuju kesuksesan manajerial biasanya melibatkan pendidikan dan pengalaman. Gelar sarjana hampir selalu menjadi syarat untuk kemajuan karier, dan sebagian besar manajer memperoleh keterampilan melalui pengalaman langsung, menghadapi tantangan sehari-hari dalam peran mereka.2. Berbagai Jenis Manajer Berdasarkan Tingkat dan AreaTingkatan Manajer:
  1. Manajer Puncak: Bertanggung jawab atas kinerja keseluruhan perusahaan besar.
  2. Manajer Menengah: Menerapkan strategi, kebijakan, dan keputusan yang dibuat oleh manajer puncak, seperti manajer pabrik, operasi, dan divisi.
  3. Manajer Lini Pertama: Supervisor dan manajer kantor yang bekerja dengan dan mengawasi karyawan.
Area Manajerial:
  1. Manajer Sumber Daya Manusia: Mempekerjakan, melatih, mengevaluasi kinerja, dan menentukan kompensasi karyawan.
  2. Manajer Operasi: Bertanggung jawab atas produksi, inventaris, dan kontrol kualitas.
  3. Manajer Pemasaran: Bertanggung jawab untuk mengirimkan produk dari produsen ke konsumen.
  4. Manajer Informasi: Merancang dan menerapkan sistem untuk mengumpulkan, mengatur, dan mendistribusikan informasi.
  5. Manajer Keuangan: Mengawasi fungsi akuntansi dan sumber daya keuangan, termasuk kepala keuangan, pengawas divisi, dan pengawas akuntansi.
Dalam organisasi besar, sebagian besar manajer bekerja di salah satu dari kelima area fungsional ini.3. Peran dan Keterampilan Dasar ManajerManajer memiliki peran penting yang terbagi dalam 10 kategori, yang dikelompokkan menjadi tiga kategori dasar: interpersonal, informasional, dan pengambilan keputusan. Dalam peran interpersonal, manajer berfungsi sebagai pemimpin dan penghubung. Peran informasional mencakup monitor, penyebar, dan juru bicara, sementara peran pengambilan keputusan meliputi wirausahawan, penangan gangguan, pengalokasi sumber daya, dan negosiator. Untuk menjalankan peran ini dengan efektif, manajer perlu mengembangkan keterampilan dasar, termasuk keterampilan teknis, hubungan manusia, konseptual, pengambilan keputusan, dan manajemen waktu. Keterampilan teknis berkaitan dengan kemampuan melakukan tugas spesifik, sedangkan keterampilan hubungan manusia penting untuk berinteraksi dengan orang lain. Keterampilan konseptual membantu manajer berpikir abstrak dan menganalisis situasi, sementara keterampilan pengambilan keputusan memungkinkan mereka mendefinisikan masalah dan memilih solusi terbaik. Keterampilan manajemen waktu penting untuk penggunaan waktu yang produktif. Di abad ke-21, keterampilan manajemen global dan teknologi juga semakin penting, mencakup pemahaman pasar asing dan kemampuan untuk mengelola informasi yang terus berkembang.4. Pentingnya Manajemen Strategis dan Penetapan Tujuan yang Efektif dalam Keberhasilan OrganisasiManajemen strategis adalah proses penting yang membantu organisasi untuk tetap selaras dengan lingkungannya, dimulai dengan penetapan tujuan sebagai sasaran yang ingin dicapai. Tujuan memberikan arah dan bimbingan bagi manajer, membantu dalam alokasi sumber daya, serta mendefinisikan budaya perusahaan yang positif. Selain itu, tujuan yang jelas memungkinkan manajer untuk menilai kinerja organisasi.Strategi terdiri dari rencana luas untuk mencapai tujuan, dengan tiga jenis utama: strategi korporat, strategi bisnis (kompetitif), dan strategi fungsional. Proses perumusan strategi meliputi penetapan tujuan strategis, analisis organisasi, dan penyesuaian dengan kondisi eksternal. Dengan manajemen strategis dan penetapan tujuan yang efektif, organisasi dapat mengoptimalkan kinerja dan menghadapi tantangan pasar dengan lebih baik.5. Perencanaan kontinjensi dan manajemen krisis dalam dunia bisnisPerencanaan kontinjensi dan pengelolaan krisis adalah strategi yang dirancang untuk mempersiapkan organisasi menghadapi kemungkinan situasi darurat dengan langkah-langkah konkret untuk mengurangi dampak negatif dan memastikan kelangsungan operasional.Manajemen KrisisProses perencanaan dan tindakan yang diambil oleh organisasi untuk mengidentifikasi, mengatasi, dan meminimalkan dampak dari situasi darurat atau risiko yang dapat merusak reputasi, operasi, dan keselamatan stakeholder.6. Perkembangan dan Pentingnya Budaya PerusahaanSetiap perusahaan memiliki identitas unik yang dikenal sebagai budaya perusahaan, yang mencakup pengalaman, cerita, keyakinan, dan norma yang sama di antara anggotanya. Budaya ini berperan penting dalam mendefinisikan iklim kerja dan bisnis suatu organisasi.Budaya perusahaan yang kuat dapat mengarahkan upaya karyawan dan membantu mereka bekerja menuju tujuan yang sama, menciptakan rasa kebersamaan dan keterikatan. Selain itu, budaya yang jelas juga memudahkan karyawan baru untuk memahami perilaku yang dapat diterima di lingkungan kerja. Oleh karena itu, manajer harus mempertimbangkan dengan saksama jenis budaya yang ingin dibangun dan berusaha untuk memelihara serta mengkomunikasikan budaya tersebut kepada semua anggota organisasi.Jika suatu organisasi perlu melakukan perubahan budaya, penting untuk mengkomunikasikan perubahan tersebut dengan jelas kepada karyawan dan pelanggan. Dengan demikian, budaya perusahaan tidak hanya menjadi fondasi yang kuat bagi organisasi, tetapi juga menjadi alat untuk mencapai keberhasilan jangka panjang dan mempertahankan daya saing di pasar.

Komentar

Postingan Populer