MEMAHAMI ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
MEMAHAMI ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
NAMA : ALIVIA IRZA FADILLA
NIM : 222010200197
KELAS : 5/A4
DOSEN PENGAMPU : TOFAN TRI NUGROHO, S.E.,M.M
PROGRAM STUDI : MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
1. Etika Di Tempat Kerja
ETIKA
Etika dapat dipahami sebagai keyakinan mengenai apa yang dianggap benar dan salah, serta baik dan buruk. Nilai-nilai dan moralitas individu, bersama dengan konteks sosial di mana tindakan tersebut berlangsung, berperan penting dalam menentukan apakah suatu perilaku dianggap etis atau tidak. Tindakan yang dianggap etis adalah yang sejalan dengan keyakinan pribadi dan norma sosial mengenai kebenaran dan kebaikan, sedangkan tindakan yang tidak etis adalah kebalikannya.
Etika Individu
Etika berbeda-beda antara individu, situasi, dan budaya. Standar sosial memungkinkan adanya perbedaan dalam keyakinan, sehingga individu dapat membentuk kode etik pribadi yang mencerminkan beragam sikap dan kepercayaan. Sebagai contoh, terdapat kesepakatan umum bahwa mengembalikan uang yang ditemukan adalah tindakan yang etis, namun situasi yang lebih kompleks dapat memunculkan perdebatan mengenai etika tindakan tersebut.
Hukum dan Realitas
Hukum sering kali mencerminkan standar etika yang ada dalam masyarakat. Meskipun hukum berusaha untuk memberikan kejelasan, penerapan hukum dalam situasi nyata dapat menimbulkan ketidakjelasan etis. Sebagai contoh, tindakan ilegal seperti pencurian mungkin tidak akan dikenakan sanksi jika dilakukan dalam kondisi darurat setelah terjadinya bencana alam.
Nilai dan Moral Individu
Nilai dan moral seseorang terbentuk melalui pengalaman masa kecil, pengaruh dari teman sebaya, serta pengalaman hidup yang dijalani. Prioritas hidup individu akan memengaruhi kode etik yang mereka anut; misalnya, seseorang yang lebih mengutamakan keuntungan finansial mungkin akan memiliki kode etik yang berbeda dibandingkan dengan individu yang lebih memprioritaskan keluarga.
Etika Manajerial
Etika manajerial adalah pedoman perilaku yang membantu manajer dalam menjalankan tugas mereka. Etika ini terbagi menjadi tiga kategori utama:
- Perilaku terhadap karyawan: Ini mencakup keputusan yang berkaitan dengan perekrutan, gaji, dan kondisi kerja.
- Perilaku terhadap organisasi: Ini melibatkan isu-isu seperti konflik kepentingan dan kerahasiaan informasi.
- Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya: Ini mencakup hubungan dengan pelanggan, pesaing, pemegang saham, dan pemasok.
Menentukan apakah suatu tindakan etis atau tidak sering kali subjektif. Proses penilaian etis dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
- Mengumpulkan informasi faktual yang relevan.
- Menganalisis fakta untuk menentukan nilai moral yang paling tepat.
- Membuat penilaian etis berdasarkan kebenaran atau kesalahan tindakan tersebut.
Banyak perusahaan menetapkan kode etik untuk mendorong perilaku etis di tempat kerja. Dukungan dari manajemen puncak terhadap standar etika sangat penting untuk membangun budaya perusahaan yang menghargai etika serta menunjukkan bahwa perusahaan peduli pada kewarganegaraan yang baik selain keuntungan.

Komentar
Posting Komentar